Buat Sobat MinDi yang lagi belajar UI/UX Design, pasti kamu udah tau kalau sebenarnya ada banyak banget profesi di bidang yang satu ini. UI/UX Design gak cuma terdiri dari UI Designer dan UX Designer aja, tapi ada banyak banget profesi lain yang mungkin gak diketahui oleh orang awam. Contohnya, seperti UX Researcher, UX Writer, UX Developers, dan masih banyak lagi.
Di artikel kali ini, MinDi bakalan ajak Sobat MinDi buat mengetahui perbedaan UX Researcher dan UX Designer. Hal ini dikarenakan banyak banget yang masih mengira keduanya sama dan berbeda julukan aja.
Biar Sobat MInDi lebih mudah dalam membandingkan keduanya, MinDi bakalan bikin daftar perbedaan UX Researcher dan UX Designer. Berikut adalah daftar perbedaannya:
1.Tanggung jawab yang dimiliki
Perbedaan yang paling mendasar dari UX Researcher dan UX Designer sebenarnya terletak pada tanggung jawab yang dimiliki masing-masing. Seorang UX Designer bakalan bertanggung jawab atas end-to-end proses dari pembuatan sebuah website atau aplikasi. Pokoknya, benar-benar dari awal sampai akhir banget, deh.
Di lain sisi, UX Researcher seperti namanya cuma bertanggung jawab atas proses riset bagi website atau aplikasi. Riset di sini sendiri biasanya lebih mengarah ke riset pengguna, misalnya tentang behavior dari pengguna ataupun hal-hal yang mereka butuhkan.
Jadi, dari poin yang pertama ini bisa diambil kesimpulan kalau UX Designer punya tanggung jawab yang lebih besar ketimbang UX Researcher. Hal itu dikarenakan UX Designer benar-benar terlibat dalam segala proses yang ada, sementara UX Researcher hanya fokus di proses risetnya aja.
2. Tugas atau job descriptions

Photo by Canva Studio from Pexels
Dari poin sebelumnya, mungkin Sobat MinDi udah bisa membayangkan sedikit tentang tugas atau hal-hal apa aja yang biasa dilakukan oleh UX Researcher ataupun UX Designer setiap harinya. Tapi, MinDi mau kasih penjelasan lebih lengkap lagi mengenai tugas yang keduanya miliki. Sehingga tentunya kamu bisa lebih memahami perbedaan di antara keduanya.
Yang pertama dari UX Researcher dulu, ya. Biasanya mereka memang bertugas buat melakukan penelitian terhadap target pasar. Penelitian atau riset ini sendiri bertujuan buat mempelajari seperti apa perilaku konsumen. Beberapa metode yang dilakukan dalam mempelajari perilaku konsumen tersebut antara lain adalah:
- Observasi: Mereka bakal mengamati bagaimana interaksi antara pengguna dan produk perusahaan. Kira-kira mereka mengalami kendala atau kesulitan gak sih?
- Wawancara: Selain observasi, UX Researcher juga bisa melakukan wawancara terhadap pengguna. Sehingga nantinya data yang didapatkan pun bisa lebih sesuai dengan pengalaman dari pengguna.
- Survei pengguna: Biasanya UX Researcher juga bisa melakukan survey pengguna buat mengetahui gimana sih pendapat pengguna terhadap produk atau website perusahaan.
- Usability test: Setelah UX Designer membuat prototype, biasanya UX Researcher bakal membantu melaksanakan usability test. Tujuannya buat memastikan kalau produk atau website yang diluncurkan nantinya benar-benar mudah dan nyaman digunakan oleh pengguna.
Selanjutnya, kita bahas tentang tugas dari UX Designer, ya. Kalau UX Researcher fokus pada memahami pengguna, maka UX Designer berfokus pada bagaimana cara menjembatani keinginan pengguna dengan produk perusahaan. Setelah paham apa yang dibutuhkan oleh pengguna, UX Designer bakal mulai memproses desain produk. Biasanya mereka bakal membuat wireframe atau sketsa lebih dulu, sebelum nantinya dikembangkan menjadi prototype atau simulasi produk akhir.
Jadi, udah mulai kebayang juga kan, kira-kira apa aja yang dikerjakan oleh masing-masing profesi ini?
3. Kemampuan yang dibutuhkan

Photo by Fabian Wiktor from Pexels
Dengan melihat tanggung jawab dan tugas yang dimiliki oleh UX Designer dan UX Researcher, tentu Sobat MinDi tau kalau besar kemungkinan kemampuan yang dibutuhkan keduanya pun berbeda. Hal ini dikarenakan UX Designer benar-benar menangani keseluruhan proses desain produk. UX Researcher seperti yang Sobat MinDi pasti bisa tebak, memerlukan kemampuan riset dan analisis yang kuat. Selain itu, mereka juga membutuhkan pemahaman yang baik tentang design thinking. Kemampuan-kemampuan ini bakalan berguna buat menunjang tugas mereka dalam proses riset dan analisis data. Nah, kemampuan yang dibutuhkan oleh UX Researcher juga diperlukan oleh UX Designer. Tapi, selain itu masih ada beberapa kemampuan lain yang juga dibutuhkan oleh seorang UX Designer. Misalnya seperti kemampuan desain dan prototyping, pembuatan process flows, hingga bahkan pengembangan produk.
Jadi, Mana Yang Lebih Baik Antara Keduanya?

Photo by cookie_studio from Freepik
Setelah memahami perbedaan kedua profesi ini, mungkin Sobat MinDi jadi penasaran profesi yang mana sih yang lebih baik. Tapi, kalau ditanya begini rasanya MinDi gak bisa kasih jawaban pasti. Karena keduanya sama-sama keren dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. UX Researcher dan UX Designer termasuk dua profesi yang sama-sama penting. Keduanya juga saling berkaitan sehingga gak bisa dipisahkan antara satu dan lain. Mungkin, yang bisa dijadikan pertimbangan adalah preferensi dari Sobat MinDi sendiri. Kamu lebih suka menjadi seorang generalist atau specialist? Kalau kamu suka mengerjakan banyak hal dan mengeksplor diri, UX Designer bakalan cocok buatmu. Tapi, kalau kamu lebih suka fokus sama satu hal, maka UX Researcher bakalan baik buatmu. Jadi, yang mana nih, pilihanmu?
Kalau kamu masih belum bisa memutuskan, gak masalah kok. Mungkin kamu perlu mempelajari lebih dalam lagi UI/UX Design dan menemukan “bagian” favoritmu. Buat kamu yang bingung gimana cara belajar UI/UX Design yang mudah dan seru, kamu bisa coba mengikuti Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id. Nantinya, kamu bakal dapat materi yang super lengkap dan latihan praktik yang menunjang kemampuanmu. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan mentor UI/UX Design yang berpengalaman secara pribadi. Jadi, kamu bisa gunakan kesempatan ini buat memperdalam lagi ilmu yang kamu miliki atau memahami gimana dunia kerja UI/UX Design.
Kerennya lagi nih, di akhir programnya nanti bakalan ada juga program penyaluran kerja buatmu, lho! Dengan begitu, tentu kamu bakalan lebih mudah buat segera memulai kariermu di bidang UI/UX Design.
Kalau kamu berminat buat mengikuti Bootcamp UI/UX Design dari dibimbing.id ini, kamu bisa KLIK DI SINI buat mendaftar, ya!
Hope to see you around, Sobat MinDi!
Tags
